SHOPPING CART

close

Pelajar dan Rokok

Sharing is caring
  • 10
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    10
    Shares

Dikalangan pelajar tahun 90an atau 2000an ada ungkapan “Cowok ga ngerokok itu banci”. itu kalau kamu hidup sebagai pelajar di tahun 90an atau awal 2000an.
 
Rokok ga kenal kalian dari sekolah favorit atau sekolah kaporit, selalu ada pelajar perokok ditiap sekolah.
 
Jika sekarang masih ada dari kalangan bapak-bapak yang merokok bisa dipastikan mereka adalah produk zaman old yang masih belum punah. Zaman terus berubah, hari ini jika masih ada diantara pelajar yang bilang ‘cowok ga ngerokok itu banci’, coba ajak ke tempat sekumpulan banci, niscaya hampir semua banci itu ngerokok.
 
Dari data WHO tahun 2008 Indonesia menempati urutan ke-3 konsumen rokok terbesar di dunia. Padahal jika dibanding dengan negara maju seperti Amerika dan Jepang, Indonesia kalah jauh, dari data yang ada, negara-negara maju justru sudah mengalami penurunan jumlah perokoknya.
 
Jumlah perokok remaja hampir bisa dipastikan mewarisi kebiasaan orangtuanya atau melihat figur idolanya yang juga merokok.
 
Sekarang coba kita hitung uang jajan pelajar dan kebiasaanya merokok, jika uang jajan mereka Rp. 15.000,- sehari, katakanlah untuk beli rokok Rp. 5.000,- sehari. Dalam satu minggu 30.000 dalam satu bulan 120.000, dalam satu tahun 1.320.000, dalam 3 tahun 3.960.000.
 
Angka 3.960.000 jika ditabung akan sangat berguna bagi pelajar setelah lulus sekolah ketimbang dibakar.
 
Perlu diketahui dalam satu batang rokok terkandung zat berbahaya :
– Acetone : ditemukan di cairan pembersih kuteks (cat kuku)
– Asam asetat : bahan cat rambut
– Amonia : pembersih rumah yang umum digunakan
– Arsenik : digunakan pada racun tikus
– Benzene : ditemukan di semen karet
– Butane : digunakan dalam cairan korek
– Kadmium : komponen aktif dalam asam baterai
– Karbon monoksida : tercipta dari asap knalpot
– Formaldehida : cairan pengawet
– Hexamine : ditemukan di cairan korek barbekyu
– Lead : digunakan dalam baterai
– Naphthalene : bahan dalam kapur barus
– Methanol : komponen utama bahan bakar roket
– Nikotin : digunakan sebagai insektisida
– Tar : material untuk mengaspal jalan
– Toluene : digunakan untuk bahan cat
 
Hanya untuk pelajar yang mau mikir
Kandungan racun dalam rokok akan menyebabkan efek jangka panjang bagi penikmatnya, jadi kalau kalian saat ini ngerokok terus bilang ‘ga kenapa-napa’, ketahuilah bahwa rasa sakit atau kekecewaan atau kekesalan terparah bukan diberikan oleh seorang musuh yang terang-terangan kita hadapi tapi justru rasa sakit yang termat sakit sering datang dari orang terdekat yang berkhianat. itulah perumpamaan rokok, seperti seorang teman bahkan sahabat yang suatu saat akan ‘menusuk’ disaat yang tepat.
 
Angka Rp. 3.960.000,00 bisa menjadi awal masa depan ketika ditabung berbentuk uang atau malah manjadi awal bencana jika ditabung dalam bentuk racun (rokok).
 
——————————————————-
Tulisan ini diangkat sebagai bentuk dukungan program pemerintah Kota Metro, Sekolah Bebas Asap Rokok.

Sharing is caring
  • 10
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    10
    Shares
Tags:

0 thoughts on “Pelajar dan Rokok

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

kami ada di facebook