Review Favehotel, Hotel Minimalis di Kawasan Kusumanegara
Perjalanan selama 18 jam tentu bukan waktu yang singkat untuk ditempuh melalui darat dan laut. Pejalananku kali ini berbarengan dengan rombongan KI SMK Muhammadiyah 1 Metro dimana aku jadi salah satu pendamping mereka.
Di perjalanan darat dari Metro Bakauheni terbilang lancar melewati tol yang masih sangat lengang, sampai di pelabuhanpun terbilang cepat dan mendapatkan kapal motor yang juga nyaman. Banyak dari kami selama di kapal memanfaatkan moment ini dengan berphoto dengan latar belakang laut dan tugu siger.
Sampai di Jogja sebenarnya 02.30 WIB dini hari yang kemudian dilanjut mengikuti agenda kegiatan sampai tibanya kami bermalam di kawasan Kusumanegaran. Favehotel menjadi pilihan rombongan untuk menginap selama kunjungan industri di Jogja.
Hotel berdesain modern minimalis ini memiliki ratusan kamar berlantai 3, yang aku tebak sih mungkin hotel bintang 3. Memasuki lobi hotel terdapat ruang tunggu dengan sofa empuk menghadap ke area makan dan bar, kita juga dapat melihat di kanan lorong tepatnya dibelakang recepsionis kolam renang untuk anak berukuran kecil.
Memasuki kamar hotel dilantai 2 dapat diakses dengan 2 buah lift bersandingan dengan anak tangga. Lorong-lorong hotel ini terbila

ng bersih tanpa hiasan dinding dengan dispenser air minum yang tersedia di dekat kamar. Dispenser air minum ini disediakan untuk kebutuhan tamu selama menginap karena didalam kamar tidak tersedia, entah mungkin tidak disediakan atau hanya tipe kamar tertentu yang disediakan.
Kamar hotel tempatku bertipe standar dengan biaya sewa 480.000/malam dengan interior wallpaper kembang-kembang dibagian belakang tempat tidur yang berhadapan langsung dengan TV flat 21′ dengan berbagai macam pilihan channel dalam maupun luar negeri.
Disamping pintu masuk sebelah kanan ada kamar mandi dengan shower air panas, closet duduk dan wastafel dengan kaca besar. Disebelah kiri pintu masuk ada kaca besar untuk berrias diri yang juga merupakan pintu masuk kamar sebelah yang tentunya dikunci sebagai pengaman, terdapat juga gantungan baju terbuka, brankas dan rak kecil untuk sepatu dan sandal.
Untuk menu sarapan pagi sendiri sangat variatif mulai dari makanan tradisional seperti bubur ayam, lontong sayur, bubur kacang hijau/ketan item, salad buah, roti panggang, makanan berat seperti nasi goreng dll dengan aneka minuman mulai dari air mineral, teh, kopi, pilihan es buah; ada jeruk, jambu biji, melon.
Soal rasa tentunya khas hotel ya, aku sendiri selama menginap disini ga makan makanan berat lho, hanya makan bubur ketan hitam, bubur ayam, buah, salad, roti dan minumnya teh manis dan air putih, hehe… sengaja ga makan makanan berat supaya bisa lebih banyak yang dimakan. Apalagi waktu pagi perut ini agak sulit mengkonsumsi langsung makanan berat kecuali dalam keadaan terpaksa. Dan ternyata mengkonsumsi makanan tadi bisa lebih awet kenyang bahkan sampai lewat jam makan masih belum lapar.
Menginap selama 2 malam dihotel ini seolah begitu capat karena padatnya agenda kegiatan dari pagi hingga malam hari, alhasil hotel hanya jadi tempat tidur dan sarapan pagi saja.


Tinggalkan Balasan